Template by:
Free Blog Templates

Selasa, 18 Januari 2011

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Posted by Julianto 18.33, under | 1 comment

A. Pengertian Gelombang Elktromegnetik.

Gelombang adalah sebuah peristiwa paguan sebuah sumber yang bergerak dari suatu titik ketitik yang lain , di dalam sebuah medium atau zat perantara.

Gelonbang Elktromegnetik adalah gelonbamg yang tidak memerlukan medaium untuk merambal , yang berarti bawah gelonbang ini dapat merambat dalam ruang hampa.

Kecepatan gelombang elektromagnetik tergantung pada :
1. Sifat kelistrikan dari medium yang dilalui (Eo).
2. Sifat kemagnetan dari medium yang dilalui (µo ),ban tidak bergantung pada amplitude getarn medanya.
Secara matematis:

Eo = permitivitas ruang hampa =8.85. 10-12C2N-1m-2
µo = permeailitas ruang hampa =4π10-7WbA-1M-1.

Jika harga –harga kita masakn c≈ 3.108ms-1

Sifat-difat gelombang elektromagnetik = sifat-sifat cahaya, yaitu :

 dapat di pantulkan (refeksi ).
 dapat dibiaskan (refraksi)
 dapat dilenturkan (difraksi)
 dapat dipolarisasikan (diserap arah getaranya).
 Gelombang elektromagnetik termasuk gelombang tranversal.
 dapat dipadukan (interfereni).
 dapat merambat di ruang hampa (tidak memerlukan medium).


1. Teori MAXWELL.

Gelombang Elektromagnetik pertama kali di kemukakan oleh James Maxwell (1831-1879) sebagai suatu hipotesis.

a. Aturan Dasar kelistrikan
ada tiga aturan dasar kelistrikan yaitu :
1. hukum coulomb menyatakan di sekitar muatan listrik timbul medan listrik
E = K . q
r2
2. hukum BIOT SAVART menyatakan di sekitar penghantar kawat bererus listrik timbul medan maget .
B = µoi
2na
3. hukum taraday menyatakan perkubahan medan megnet akan menimbulkan medan listrik
E = dQ
dt


Berlaku persamaan untuk gelombang elektromagnetik yang dapat merambat dalam vakum.

C = f . c = kecepatan gelombang (ms-1)
f = c f = frekuensi geklombang (Hz)
= panjang peombang (m)






B. Pengelompokan dan Karakteristik Gelombang Elektromagnetik

1.Pengelompokan Gelombang elektromagretik

Gelombang elektromagretik berdasarkan urutan kenaikan frekuensi atau penurunan panjang gelombang adalah :

1. Gelombang radio
2. Gelombang mikro
3. Gelombang infra merah
4. Sinar tampak (cahaya)
5. Sinar ultraviolet
6. Sinar -X
7. Sinar gamma

1. Gelombang radio

Gelombang radio di temukan oleh Helnrich Rudolf Hertz. Gelombang radio terdiri dari dua jenis system modulasi yaitu FN (Frequency ) dan AM (Amplitudo Modulation).

Keunggulan dan kelemahan gelombang FN dan AM yailtu:

A. 1.Keunggulan FN dapat menghasilkan suara yang lebih jernih (bebas dari interensi listrik ).
2. kelemahan FN gelombang ini tidak dapat mencapai tempat-tempat yang jauh (sehingga supaya fekuensi terjangkau di tempat yang jauh harus dipasang stasiun penghubung (relay)).

B. 1. keunggulan AM dapat mencapai tempat yang jauh
2.kelemahan AM terdengar suara mendesah akibat
peristiwa-peristiwa kelistrikan di atmisfer yang
mengganggu amplitude gelombang .



2.Gelombang mikro

Gelombang mikro adalah gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi ( suprehing frekuensi= SHF) yaitu di atas 3GHz=3.109Hz. Gelombang mikro brefungsi mencari dan menentukan jejak sebuah benda (mendetksi sasaran).

S=v.t v=c keterangan :


B = c. 1 . t
2


Jika indeks bias medium yang dilalui gelombang radar = n



B= 1 . c . t
2 n





3. Gelombang infra merah

Gelombang inframerah adalah sinar yang terpancar dari benda-benda panas. Inframerah dapat menyembuhkan penyakit encok dan cacar. Sinar inframerah dapat menembus kabut/ awan tebar, sehingga dapat untuk membuat foto jarak yuhu (untuk memotret benda-benda yang tak tampak karena adanya kabut).


4. Sinar tampak (cahaya)

Sinar tampak (cahaya) adalah sinar yang dapat membantu penglihatan kita cahaya yang berbeda frekuensi atau panjang glombang akan menimbulkan warna yang berbeda.

Spekrum warna cahaya berdasarkan urutan kenaikan panjang gelombang adalah :

Ungu (390 nm – 455 nm)
Biru (455 nm -492 nm)
Hijau (492 nm – 577 nm)
Kuning (577 nm – 597 nm)
Jingga (597 nm – 622 nm)
Merah (622 nm- 780nm )

5. Sinar ultraviolet

Sinar ultraviolet di hasikan oleh atom-atom dan molekor-molekor dalam loncatan listrik .

Sinar ultraviolet dapat di manfaatkan dalam hal industri terutama dalam proses sterelisasi. Sinar ultraviolet dapat menghitamkan plat film, dan mempunyai daya pembunuh kuman–kuman terutama menyembuhkan penyakit kulit.










6. Sinar –X (sinar Rontgen).

Sinar –X (sinar Rontgen ) di temukan oleh Wilhelm Conrad Rontgen . sinar –X dihailkan dengan cara menembakan electron pada tabung hampa suatu keping logam. Daya tembus yang di niliki oleh sinar –X yang kuat karena panjang gelombang nya sangat pendak (10-9m - 6*10-12m).

Sifat –sifat sinar –X :

1. rekuensi sangt tinggi, sehingga dapat menembus benda-benda padat tertentu.
2. tidak dapat dideteksi oleh indera.
3. tidak bermuatan.
4. dapat menghitamkan plat film.
5. dapat menyebakan logam meleps elektron.

Manfaat sinar –X :

1. dapat di gunakan memotret bagian dalam tubuh manuia.
2. dapat membunuh sel kenker.
3. dalam dunia industri untuk menentukan keretakan logam.
4. menganalisis strutur kristal.

7. Sinar gamma
Sinar gamma di hasilkan oleh inti atom yang tidak stabil (radioaktif) maupun sinar kosmis. keberadaan sinar gamma dapat di detksi dengan di tektur Geigermuller. Daya tembusnya sangat besar, sehingga dapat menembus pelat timbal atau besi.

Manfaat sinar gamma:

1. membunuh sel kanker
2. mensterilkan peralatan rumah sakit.
3. memeriksa cacat-cacat padat logam.

Rabu, 05 Januari 2011

Kisah Dua Pedagang Permen

Posted by Julianto 17.06, under | No comments

Konon,
di suatu jalan di depan sekolahan terdapat dua toko permen. Keduanya
menjual jenis-jenis permen yang persis sama. Tetapi toko yang satu
selalu pernuh dengan anak-anak yang berebutan membeli permen. Toko
lainnya hampir tidak ada pembelinya. Para calon salesmen atau SPG
disuruh mengamati mengalami sampai terjadi gejala aneh seperti itu.

Sebagai hasil pengamatan ternyata pemilik toko yang ramai itu sangat
pintar aritmatika dalam hal tambah menambah. Sedangkan pemilik toko
yang lainnya juga sangat pintar aritmatika tetapi dalam hal kurang
mengurang.

Pemilik toko permen yang ramai itu selalu mulai menimbang
dalam dengan jumputan kecil. Kemudian ia terus menambahkan permennya
sehingga dacingnya seimbang. Setelah seimbangpun ia masih menambahkan
pula satu dua permen sehingga dacingnya berat ke sebelah permen
daripada ke sebelah batu timbangan.

Sebaliknya pemilik toko yang lain selalu mulai dengan sejumputan besar
permen. Kemudian ia mengurangi permen itu sedikit demi sedikit sampai
akhirnya dacingnya seimbang.

Selain daripada itu penjual permen yang murah hati itu juga murah
senyum, senang bercanda, sehingga langsung disukai anak-anak. Lawannya
seorang yang kikir senyum, bermata curiga dan bermulut kerang.

Ternyata pemilik toko yang satu memahami benar psikologi
anak kecil. Anak-anak itu gembira setiap kali menyaksikan permennya
ditambah dan ditambah. Bahkan sudah setimbangpun masih diberi
kelebihan pula. Sedangkan lawannya kurang memahami psikologi anak
kecil. Mereka melihat permen pada awalnya begitu banyak. Tetapi setiap
kali dikurangi hati mereka menjadi ciut dan semakin ciut. Walaupun
akhirnya dacingnya setimbang tetapi kesan setiap kali permennya
dikurangi itu terus membekas di hati anak-anak. Sama sekali tidak ada
kegembiraan berbelanja di sana. Sebaliknya di toko yang lain itu
selain sudah seimbang masih diberi tambahan bonus lagi beberapa butir
permen.

Bagi saya filosofi pedagang permen yang laris itu bukan
sekedar masalah memahami psikologi anak saja. Ia mengajarkan kepada
saya bahwa nilai kemurahan hati lebih baik dan sekaligus lebih
menguntungkan dibandingkan dengan nilai keadilan yang normatif.
Kapanpun dan di manapun orang lebih menyukai dan menghargai kemurahan
hati dibandingkan dengan keadilan.
Hal ini juga berlaku dalam manajemen. Perusahaan yang murah
hati dalam 'social benefits' ternyata lebih dicintai oleh para
karyawannya. Mereka mengalami turn over karyawan yang lebih rendah
dibandingkan perusahaan yang membayar pas menurut syarat-syarat UMR.

Bahkan seandainya upah nominal resmi mungkin lebih kecil sedikit
dengan perusahaan-perusaha an lainnya mereka memilih untuk tidak pindah
kerja. Ada kelompok perusahaan besar yang memberikan tunjangan
kendaraan kepada para karyawannya selepas mereka bekerja sekian
(misalnya tiga) tahun. Entah itu berupa mobil, sepeda motor atau
sekalipun hanya sekedar sebuah sepeda bagi para karyawannya (tukang
sapu, janitor, OB dsb) tetapi ada suatu kepastian. Kepastian ini yang
sangat dihargai oleh para karyawannya. Kemudian setelah mereka bekerja
sekian (misalnya lima atau enam) tahun pasti diberikan tunjangan
perumahan. Sekalipun itu merupakan kredit KPR atau RSS atau hanya
dalam bentuk kaveling tanah 15 M2 sekalipun. Yang menarik karyawan
adalah kepastian mendapat tunjangan fisik perumahan itu sendiri.

Demikian pula tentunya dengan kepastian fisik lainnya seperti saham
kosong, kepemimpinan pada anak perusahaan, dana pensiun, dana ziarah
dsb.

Kisah sederhana dua pedagang permen itu juga memberikan
inspirasi tentang perang gerilya dalam pemasaran produk. Dalam kasus
seperti yang pernah saya alami di mana kami harus bersaing dengan
produk impor juga demikian. Kita mengalami "absolut disadvantages"
atau bahasa sederhananya situasi kalah total. Situasi mentimun lawan
durian di pasar. Sama seperti gerilyawan melawan pasukan konvensional,
jadi harus pintar-pintar mencari akal bulus dan harus menang cerdik.

Dalam hal ini analogi dengan pedagang permen tadi diibaratkan posisi
kuat pesaing itu sebagai batu timbangan. Sedangkan kemampuan
kreativitas sendiri sebagai jumputan permen. Kemenangan hanya
ditentukan oleh butir permen terakhir yang membuat sisi permen lebih
berat dibandingkan dengan sisi batu timbangan. Karena perusahaan
kecil tidak mampu memberikan service 'serba wah' (batu besar) kepada
para pelanggan maka strateginya harus memperbanyak batu kerikil (atau
permen) sehingga piring dacingnya /njomplang.

Dalam "corporate social responsibility" kemenangan
ditentukan oleh service kecil terakhir yang diberikan kepada para
pelanggan. Entah cuma berupa perbaikan atap sekolah SD di dekat
pabrik, memperbaiki jembatan, mengaspal jalan, menambah lampu jalan,
mensupply air bersih gratis kepada surau terdekat, dsb.

Intinya sebenarnya sederhana saja. Berikan kepada konsumen
service berupa apa yang mereka dambakan dan bukannya apapun yang kita
ingin berikan kepada mereka. Dalam pergaulan sosial juga demikian.

Madu yang kita tawarkan bila tidak diinginkan akan dianggap tidak
berbeda dengan racun. Sebaliknya bila yang diinginkan hanya sekedar tempe bacem dan sayur asem, maka steak yang kita tawarkan dengan
gratis juga akan kurang diapresiasi.